Fisioterapi untuk saraf kejepit adalah metode yang terdengar baru. Sekarang beberapa orang memutuskan untuk dating ke fisioterapi ketika mengalami masalah ini. Perlu diketahui, metode fisioterapi sendiri sebenarnya bukan hal baru.
Metodenya sudah ada sejak beberapa tahun ke belakang. Hanya saja sekarang popularitasnya memang sedang meningkat. Dengan adanya peningkatan popularitas tersebut, wajar jika Anda seakan baru mendengarnya sekarang.
Beberapa orang juga sering bertanya apakah fisioterapi untuk saraf kejepit efektif atau tidak. Jika dilihat secara keseluruhan, metode memang hal yang sifatnya cocok-cocokan. Itu karena fisioterapi berbeda dengan metode biasa yang memakai obat.
Di sini pasien harus berkomitmen untuk menjalankan seluruh rangkaian fisioterapi hingga selesai. Jika rangkaiannya saja dianggap sebagai hal yang tidak terlalu penting, besar kemungkinan hasil yang didapat tidak akan memuaskan.
Jika rasa penasaran mengenai fisioterapi untuk saraf kejepit sedang dimiliki, ini adalah tempat yang tepat. Kali ini akan dibahas lebih jauh mengenai masalah saraf kejepit itu sendiri dan efektivitas fisioterapi untuk mengatasinya.
Dalam Artikel Ini:
ToggleMengenal Apa Itu Masalah Saraf Kejepit?
Saraf kejepit sebenarnya istilah yang populer di Indonesia. Ada nama lain yang lebih umum di kalangan dunia kedokteran. Nama tersebut adalah Hernia Nukleus Puposus atau sering disingkat HNP. Ini adalah kondisi di mana saraf sedang tertekan.
Saat ini terjadi, saraf tersebut tentu memberikan sinyal kepada tubuh kalau situasinya tidak normal. Sinyal tersebut biasanya berupa rasa nyeri yang tidak tertahankan. Inilah yang biasanya sulit diterima oleh pasien.
Rasa nyeri tersebut sering kali tidak tertahankan sehingga kenyamanan pasien terganggu. Fisioterapi untuk saraf kejepit sendiri tujuannya cukup sederhana. Nantinya akan ada upaya supaya tekanan yang dialami saraf menurun.
Sebenarnya upaya terbaik adalah menghilangkan tekanan pada saraf tersebut. Namun ini tergantung masalah yang dialami. Jika masalahnya berat, akan butuh beberapa sesi untuk membuat masalah saraf kejepit tersebut hilang seluruhnya.
Gejala Saat Mengalami Saraf Kejepit
Beberapa pihak menganggap fisioterapi untuk saraf kejepit sebagai metode yang cocok karena gejala yang terasa hilang lebih cepat. Perlu diketahui, gejala saat mengalami fisioterapi sangat mengganggu. Berikut beberapa gejala tersebut :
1. Ditusuk Jarum
Masalah fisioterapi sering kali disebut menyulitkan karena ada rasa seperti ditusuk jarum. Perlu diketahui, ditusuk jarum yang dimaksud disini bukan hanya pada satu titik. Nampak ada beberapa titik yang ditusuk jarum secara bersamaan.
2. Sakit atau Terbakar
Rasa sakit juga menjadi alasan mengapa fisioterapi untuk saraf kejepit sangat dibutuhkan. Rasa sakitnya sendiri sering kali dibarengi dengan sensasi terbakar. Untuk sensasi terbakarnya sendiri dalam beberapa kesempatan sering menjalar ke area lain.
3. Mati Rasa
Mati rasa memang tidak se menyulitkan ditusuk jarum atau rasa terbakar. Namun ini juga menjadi situasi yang kurang menyenangkan. Itu karena, sentuhan Anda di area yang mengalami mati rasa tersebut akan menurun. Ini jelas mengganggu aktivitas.
4. Intensitas Rasa Sakit
Fisioterapi untuk saraf kejepit memang dilakukan agar rasa sakitnya hilang. Itu karena rasa sakit ini sering kali intensitasnya meningkat. Ada beberapa momen yang memang bisa menyebabkan peningkatan intensitas tersebut seperti batuk, bersin, dan gerak tertentu.
5. Fungsi Otot
Fungsi otot juga menjadi alasan mengapa saraf kejepit menjadi sesuatu yang sangat mengganggu. Sering kali masalah ini membuat fungsi otot dari seseorang menurunan. Ini biasanya akan terasa ketika sedang membungkuk, memindahkan barang, atau bergerak.
Penyebab dari Masalah Saraf Kejepit
Fisioterapi untuk saraf kejepit adalah hal yang sekarang Nampak begitu penting. Tetapi ingat, masalah ini sendiri tidak muncul dengan sendirinya. Ada beberapa hal yang membuat HNP terjadi. Umumnya masalah ini sendiri disebabkan oleh penuaan atau keausan.
Dalam dunia kodokteran, penuaan tersebut disebut dengan istilah diskus intervertebral. Ini memang tidak bisa dihindari ketika usia bertambah. Nantinya diskus tulang belakang akan mengalami penurunan kadar air secara berangsur angsur.
Saat ini terjadi, flesibilitas tulang akan mengalami penurunan. Hal tersebut membuat saraf di area tersebut rentan mengalami robek atau pecah. Kondisi ini akan semakin parah jika pengidapnya secara rutin mengangkat barang berat atau sering membungkuk.
Jika melihat penyebab utama di atas, fisioterapi untuk saraf kejepit diarahkan untuk memperbaiki situasi tersebut. Tetapi ingat, penyebab munculnya fisioterapi bukan hanya faktor umum di atas. Ada juga beberapa hal lain yang bisa menyebabkan HNP terjadi.
1. Angkat Beban
Mengangkat beban yang di luar batas kemampuan memang bisa mengakibatkan postur tubuh salah. Nantinya ini akan berefek pada saraf yang mengalami penurunan performa.
2. Obesitas
Obesitas bisa menyebabkan terjadinya penekanan tulang punggung. Itu menjadi suatu hal yang normal ketika berat badan meningkat secara berlebih.
3. Genetika
Jika ada seseorang yang mengalami masalah saraf kejepit, potensi keturunannya mengalami hal serupa akan meningkat.
4. Merokok
Saat merokok, kadar oksigen di area cakram akan menurun. Ini bisa membuat tulang punggung semakin mengikis.
Cara Mendiagnosis Masalah Saraf Kejepit
Sebelum melakukan fisioterapi untuk saraf kejepit, ada baiknya melakukan diagnosis terlebih dahulu. Diagnosis ini pentung untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar mengalami masalah saraf kejepit atau tidak.
Tentu adanya rasa nyeri bisa memberitahukan kalau masalah HNP sedang terjadi. Namun rasa nyeri tidak hanya disebabkan oleh masalah ini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tes terhadap fisik, kemampuan berjalan, refleks, sensorik, hingga kekuatan otot.
Berikut beberapa tes yang bisa dilakukan:
1. Tes Darah. Dilakukan untuk memeriksa apakah ada peradangan atau infeksi.
2. CT Scan. Dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi tulang belakang dan strukturnya.
3. MRI. Dilakukan untuk mengetahui secara pasti lokasi terjadinya saraf kejepit dan saraf mana saja yang terpengaruh.
4. Rontgen. Dilakukan untuk memastikan kalau gejala yang dialami bukan disebabkan oleh infeksi, tumor, atau patah tulang.
5. Pemeriksaan Saraf. Dilakukan untuk mengetahui lokasi kerusakan saraf.
Fisioterapi untuk Saraf Kejepit Efektif atau Tidak?
Dari penjelasan di atas, akan muncul pertanyaan apakah fisioterapi efek atau tidak dalam menangani masalah saraf kejepit. Perlu diketahui, fisioterapi sendiri adalah metode yang sangat efektif. Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba untuk melakukan kompres.
Kompresnya sendiri harus tepat di area yang mengalami nyeri dan bisa memakai air dingin atau hangat. Setelah melakukan hal tersebut, coba saja datang ke fisioterapi. Biasanya ada beberapa metode yang akan dilakukan seperti :
1. Elektroterapi
Elektroterapi dilakukan dengan alat yang terhubung dengan daya listrik. Beberapa orang menyebut penggunaan alat ini sebagai terapi listrik. Walaupun belum terlalu populer, ini adalah metode yang sekarang perkembangannya paling pesat.
2. Manual
Ada juga metode manual yang dilakukan dengan memijat. Nantinya akan diarahkan supaya bagian yang mengalami masalah diregangkan. Metode manual ini berfokus terhadap pengurangan rasa nyeri dan meningkatkan fleksibilitas gerak.
3. Latihan Lain
Latihan lain yang berhubungan dengan masalah saraf kejepit sangat mungkin dilakukan. Latihan tersebut ditujukan untuk memperbaiki postur dan memperkuat otot. Senam biasanya menjadi opsi yang sangat efektif.
Jika bingung mencari tempat fisioterapi, langsung saja datang ke Fisiohome. Hubungi Kami di nomor +62 882-9874-5399 untuk informasi lebih lanjut. Intinya Fisiohome akan membantu melakukan fisioterapi untuk saraf kejepit.