Fisiohome

Gangguan Neurologis dengan Fisioterapi yang Rutin

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Perawatan gangguan neurologis dibutuhkan untuk membantu meredakan gejala dan penyakit lainnya timbul. Neurologi merupakan salah satu bidang dalam kedokteran yang mempelajari sistem saraf manusia, termasuk strukturnya, fungsinya, serta gangguan yang mungkin terjadi.

Anda harus tahu bahwa ada beberapa kondisi medis yang terkait dengan neurologi meliputi alzheimer, stroke, epilepsi, parkinson, sclerosis multiple, dan beragam gangguan neuromuskular lainnya.

Orang yang mengalami gangguan neurologis tentu harus mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga mereka bisa sembuh dan memperkecil gejala yang timbul. Untuk itu sebaiknya pahami dengan baik tentang gangguan neurologis agar dapat penanganan yang tepat.

Mengenal Apa Itu Gangguan Neurologis?

Neurologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang memfokuskan pada studi tentang sistem saraf manusia. Sistem saraf manusia, yang dikenal karena kompleksitasnya, memainkan peran penting dalam mengendalikan gerakan tubuh dan aktivitas keseluruhan. Sistem saraf ini terbagi menjadi dua bagian utama, seperti berikut:

1. Sistem saraf pusat yang terdiri dari saraf-saraf yang terletak di otak dan sumsum tulang belakang.

2. Sistem saraf perifer yang mencakup jaringan saraf yang tersebar di seluruh tubuh manusia, termasuk kulit, telinga, mata, dan sensor-sensor lainnya.

Jadi, kedua saraf tersebut sudah masuk dalam cakupan neurologi, dan jika ada gangguan pada kedua saraf tersebut pasti akan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

Seorang dokter spesialis yang fokus untuk memberikan diagnosis dan pengobatan penyakit serta gangguan yang terkait dengan otak dan sistem saraf dikenal sebagai seorang neurologis.

Rentang penyakit neurologis sangatlah luas, mulai dari gangguan memori hingga kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dampak dari gangguan tersebut dapat bervariasi dan signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Maka dari itu, pasti akan membutuhkan perawatan gangguan neurologis yang tepat.

Penyebab Gangguan Neurologis Datang dan Jenisnya

Apa sebenarnya yang menyebabkan gangguan neurologis datang? Tentu saja cukup banyak. Sebenarnya, terdapat beragam kondisi yang dapat menyebabkan gangguan neurologis, bergantung pada penyakit yang mendasarinya.

Secara umum, gangguan neurologis bisa dipicu oleh infeksi atau reaksi imun tubuh, kelainan genetik, cedera otak, atau kelainan bawaan. Tapi penyebab dapat lebih spesifik dijabarkan ketika tahu jenis gangguan neurologis yang dialami, misalnya seperti berikut:

1. Sklerosis Multiple

Sklerosis multiple merupakan kondisi yang diduga disebabkan oleh faktor lingkungan, genetik, dan virus. Gejalanya seringkali meliputi sensasi geli, mati rasa, atau kelemahan pada beberapa bagian tubuh.

Penting untuk segera mengobati penyakit ini guna mencegah perkembangannya. Jika dibiarkan, sklerosis multiple dapat merusak otot, saluran kemih, dan bahkan menyebabkan gangguan kognitif.

Penyakit ini mempengaruhi bagian otak dan sumsum tulang belakang pada penderitanya. Tidak hanya itu, tetapi juga harus ada perawatan gangguan neurologis yang tepat untuk mengatasinya.

2. Alzheimer

Selanjutnya ada juga penyakit alzheimer yang termasuk gangguan dari neurologis. Penyakit Alzheimer dikatakan sebagai gangguan umum pada lansia yang seringkali ditandai dengan kehilangan memori yang progresif.

Namun, patut dicatat bahwa penyakit ini tidak hanya mengenai orang tua, tetapi dapat mempengaruhi individu pada usia yang lebih muda. Gejala alzheimer meliputi hilangnya ingatan jangka pendek, kebingungan, kesulitan dalam aktivitas harian, masalah berbicara dan mengingat kata-kata, serta gangguan emosi.

Pada tahap lanjut, pasien dapat mengalami halusinasi dan paranoid. Saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan alzheimer, tetapi beberapa terapi yang ada dapat membantu memperlambat kemajuan penyakit dan mengurangi gejalanya. Pastikan memberikan perawatan gangguan neurologis terhadap penderita alzheimer.

3. Parkinson

Parkinson merupakan gangguan neurologis yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk paparan toksin lingkungan dan infeksi virus tertentu. Gangguan ini mengenai sel-sel saraf di bagian tengah otak yang mengendalikan gerakan tubuh.

Umumnya, parkinson lebih sering terjadi pada usia lanjut, khususnya di rentang usia 50-65 tahun. Gejalanya meliputi gemetar atau kekakuan pada tungkai yang jika tidak diobati dapat berkembang menjadi tremor, hilangnya keseimbangan, dan koordinasi gerakan yang terganggu.

Masih banyak yang masuk dalam kategori gangguan neurologis. Beberapa penyakit neurologis jarang terjadi seperti lou gehrig’s, dementia, bell’s palsy, autisme, sindrom down, epilepsi, sindrom guillain-barre, sindrom restless legs, meningitis, ensefalitis, dan beberapa gangguan lainnya.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua membutuhkan perawatan gangguan neurologis dengan fisioterapi secara khusus ya, jadi lebih baik jika berkonsultasi lebih dulu.

Apakah Bisa Perawatan Gangguan Neurologis dengan Fisioterapi?

Apabila dilihat secara sekilas rasanya seseorang dengan gangguan neurologis tidak membutuhkan perawatan fisioterapi. Namun jika melihat secara teliti semua kebutuhan perawatan yang dibutuhkan oleh gangguan neurologis, fisioterapi bisa menjadi salah satunya.

Ketika membicarakan tentang bidang neurologis, kita tidak bisa lepas dari sistem saraf manusia. Fisioterapi mampu memberikan bantuan yang signifikan bagi pasien yang mengalami kelumpuhan akibat stroke.

Melalui fisioterapi untuk perawatan gangguan neurologis ini, pasien dapat memulihkan kemampuan otot yang terkena dampak kelumpuhan. Tidak hanya itu, fisioterapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup bagi penderita penyakit parkinson dan multiple sclerosis dengan menjaga kesehatan fisik dan fungsional mereka.

Jadi, fisioterapi merupakan pendekatan medis yang bertujuan untuk mencegah cedera, memfasilitasi pemulihan holistik, dan memperoleh kesehatan yang berkelanjutan. Praktik fisioterapi berfokus pada penanganan masalah yang dapat menyebabkan cacat atau cedera, melalui berbagai teknik seperti pijatan, latihan, dan prosedur lain yang disesuaikan dengan diagnosis individu.

Setelah menerima diagnosis, pasien akan diberikan rencana perawatan gangguan neurologis yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Terapi fisik membantu memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.

Fisioterapis membimbing dalam melakukan tugas fisik, latihan, dan peregangan tertentu. Mereka dilengkapi dengan pengetahuan dan peralatan khusus untuk mengatasi berbagai masalah mobilitas dan memulihkan fungsi tubuh.

Memilih Perawatan Gangguan Neurologis yang Aman dan Berkualitas

Untuk mendapatkan perawatan terbaik Tentu saja Anda harus mencari perawat fisioterapi yang sudah berkualifikasi dan profesional. Belum memberikan terapi, fisioterapis akan memberikan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi pasien. Sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan agar pasien dapat melakukan aktivitas fisik dengan baik.

Terapi fisik termasuk salah satu bagian perawatan gangguan neurologis yang sangat dibutuhkan, kenapa? Terapi fisik dilakukan oleh para terapis profesional yang menggunakan peralatan khusus untuk mengatasi disfungsi fisik.

Para fisioterapis dapat mengevaluasi kondisi pasien, termasuk cedera, kecacatan, dan berbagai penyakit. Dengan kemampuan ini, mereka dapat mengidentifikasi akar masalah dan merancang program perawatan yang sesuai. Melalui pendekatan ini, terapis dapat menargetkan area yang terkena tanpa menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.

Fisioterapi seringkali menjadi pilihan terapi yang efektif tanpa memerlukan intervensi invasif. Dengan latihan yang ditargetkan pada area tubuh yang memerlukan perbaikan, pasien dapat meningkatkan fungsi dan kualitas hidup mereka.

Ada banyak beberapa fisioterapi yang dapat dikunjungi salah satunya adalah Fisiohome yang sudah terpercaya dan berkualifikasi. Untuk dapatkan informasi lebih banyak, Anda dapat menghubungi nomor +62 882-9874-5399 secara langsung.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa fisioterapi sangat dibutuhkan oleh orang yang mengalami gangguan neurologis, apapun jenisnya. Jadi, jika ingin memberikan perawatan yang terbaik gunakan saja perawatan gangguan neurologis dengan fisioterapi yang tepat.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Fisioterapi

Terapi Sensori Integrasi untuk Anak Terlambat Duduk

Terapi sensori integrasi (TSI) merupakan salah satu jenis fisioterapi yang bermanfaat sekali untuk membantu anak terlambat duduk. Terapi ini didasari oleh konsep sistem sensorik anak

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch

Syarat dan Ketentuan
Promo

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo berlaku untuk layanan home visit fisioterapi di wilayah tertentu.
  • Waktu layanan home visit fisioterapi terbatas, dan tersedia berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
  • Pasien diharuskan mendaftar melalui platform atau saluran yang ditentukan.
  • Konfirmasi layanan home visit akan diberikan setelah pendaftaran dan penjadwalan telah berhasil.
  • Promo tidak bisa digabung dengan promo lainnya.

Visit Suite

  • Fisioterapi visit 1x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Luxury

  • Fisioterapi visit 8x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Platinum

  • Fisioterapi visit 12x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Royal Family

  • Fisioterapi visit 9x sesi
  • Bisa dipakai seluruh keluarga dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa untuk melayani semua anggota keluarga dengan 1x pemesanan dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Max 3x sesi per visit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Sport Event

  • Personal fisioterapi untuk event (Olaharaga/Kesehatan)
  • Pendampingan Fisioterapis pada event olahraga
  • Pendampingan personal Fisioterapis perorangan