Fisiohome

Penyakit Sendi Arthritis dan Pentingnya Fisioterapi

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Tidak setiap orang mengetahui betapa menyiksanya penyakit sendi arthritis ketika sedang kambuh. Tidak berlebihan jika menyebut penyakit ini membuat seseorang tidak bisa beraktivitas secara normal.

Perlu diketahui, arthritis sendi sendiri biasanya dialami oleh individu yang sudah berusia lanjut. Oleh karena itu, Anda yang berusia lebih mudah harus paham cara mencegahnya dan menghindari penyebab-penyebab yang mempercepat kemunculannya.

Kenali Penyebab Penyakit Sendi Arthritis

Ada beberapa penyebab penyakit arthritis yang perlu Anda sadari. Berikut ini beberapa penyebabnya yang paling umum dirasakan:

1. Peradangan

Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera, infeksi, atau penyakit. Namun di beberapa kondisi, sistem kekebalan tubuh dapat salah mengidentifikasi jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman dan menyerangnya, menyebabkan peradangan yang merusak.

Ini adalah dasar dari penyakit sendi arthritis autoimun seperti arthritis reumatoid dan arthritis psoriatik. Arthritis reumatoid (RA) adalah penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh peradangan pada sendi, yang biasanya simetris (mempengaruhi kedua sisi tubuh).

Sistem kekebalan tubuh menyerang membran sinovial, lapisan jaringan yang melapisi sendi, menyebabkan peradangan yang dapat merusak tulang, kartilago, dan struktur sendi lainnya.

Akibatnya, sendi menjadi bengkak, sakit, dan kaku, sering kali mempengaruhi kualitas hidup penderita secara signifikan. Arthritis psoriatik juga merupakan penyakit autoimun yang berkaitan dengan psoriasis, suatu kondisi kulit yang ditandai oleh ruam merah dan bersisik.

Dalam arthritis psoriatik, peradangan terjadi di sendi dan kulit. Gejalanya termasuk peradangan dan bengkak pada sendi, bersama dengan kulit yang terkena psoriasis.

Peradangan juga bisa disebabkan oleh infeksi pada sendi, seperti dalam kasus arthritis infeksi. Bakteri, virus, atau jamur yang masuk ke dalam sendi bisa menyebabkan peradangan lokal, yang dapat merusak jaringan sendi.

2. Kerusakan sendi

Kerusakan sendi merupakan penyebab utama osteoarthritis (OA), yang merupakan jenis penyakit sendi arthritis yang paling umum. OA berkembang ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang di sendi mengalami kerusakan dan keausan.

Tulang rawan ini bertindak sebagai bantalan yang melindungi tulang dari gesekan dan kejut saat gerakan tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia atau karena faktor-faktor seperti cedera, tekanan berlebihan, atau ketidakseimbangan biomekanik, tulang rawan ini dapat rusak. Ketika tulang rawan rusak, tulang di bawahnya menjadi lebih rentan terhadap kerusakan.

Proses ini memicu respons tubuh untuk mencoba memperbaiki sendi, tetapi kadang-kadang proses penyembuhan ini tidak efisien atau tidak memadai. Ini menyebabkan pembentukan tulang baru yang tidak normal (osteofit) dan kerusakan lebih lanjut pada sendi. Ini menyebabkan gejala seperti nyeri, kaku, dan kekakuan pada sendi yang terkena, yang merupakan ciri khas dari osteoarthritis.

3. Faktor genetik

Faktor genetik memainkan peran penting dalam kerentanan seseorang terhadap pengembangan penyakit sendi arthritis. Riwayat keluarga dengan riwayat penyakit sendi, seperti arthritis reumatoid atau osteoarthritis, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi tersebut.

Meskipun gen-gen tertentu yang berkaitan dengan arthritis telah diidentifikasi, interaksi antara faktor genetik dan lingkungan juga memainkan peran dalam penentuan risiko seseorang terkena arthritis.

Misalnya, lingkungan yang memicu aktivasi gen-gen tertentu atau memperburuk peradangan dapat berkontribusi pada perkembangan arthritis pada individu dengan predisposisi genetik.

4. Obesitas

Obesitas telah diidentifikasi sebagai faktor risiko utama untuk pengembangan penyakit sendi arthritis, terutama pada sendi-sendi yang menopang berat tubuh seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang.

Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan yang diberikan pada sendi-sendi tersebut, yang dapat menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan mempercepat perkembangan osteoarthritis.

Selain itu, lemak tubuh yang berlebih juga dapat memproduksi zat-zat yang merangsang peradangan dalam tubuh, meningkatkan risiko peradangan kronis yang dapat merusak sendi.

Oleh karena itu, mengelola berat badan dengan pola makan sehat dan aktifitas fisik dapat menjadi strategi penting untuk mencegah atau mengurangi risiko osteoarthritis terkait obesitas.

5. Trauma atau Cedera

Cedera atau trauma pada sendi dapat menjadi pemicu perkembangan penyakit sendi arthritis di masa depan. Ketika sendi mengalami cedera, baik akibat kecelakaan, olahraga yang berlebihan, atau pekerjaan yang memerlukan gerakan yang berulang, struktur sendi dan tulang rawan dapat rusak atau terkompresi.

Proses penyembuhan yang terjadi setelah cedera dapat menyebabkan perubahan dalam struktur sendi, termasuk pembentukan jaringan parut atau kerusakan pada tulang rawan.

Hal ini dapat mengganggu mekanisme pelumasan sendi dan memicu peradangan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis pada sendi yang terkena.

6. Infeksi

Penyakit sendi arthritis infeksi terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur menginfeksi sendi, menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Infeksi dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti luka terbuka, operasi, atau penyebaran infeksi dari bagian tubuh lain melalui aliran darah.

Ketika mikroorganisme menginfeksi sendi, mereka menyebabkan respons peradangan tubuh yang kuat sebagai bagian dari upaya untuk melawan infeksi. Peradangan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan sendi dan tulang rawan, serta gejala seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada area yang terinfeksi.

Arthritis infeksi memerlukan diagnosis dan pengobatan segera untuk mencegah kerusakan sendi yang permanen serta penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain. Ini biasanya ditangani dengan terapi antibiotik atau antijamur, tergantung pada agen penyebab infeksi yang diidentifikasi.

Pentingnya Fisioterapi untuk Mengatasi Arthritis Sendi

Fisioterapi memiliki peran yang sangat vital untuk mengatasi penyakit sendi arthritis. Nantinya Anda yang mengalami cidera arthritis akan merasa terbantu dengan beberapa hal berikut ini:

1. Mengurangi Nyeri

Fisioterapi dapat membantu mengurangi nyeri sendi melalui berbagai teknik, termasuk terapi panas atau dingin, teknik pemijatan, dan latihan terapeutik yang dirancang untuk memperkuat otot di sekitar sendi yang terkena.

Teknik-teknik ini dapat meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi peradangan, sehingga mengurangi rasa sakit yang dialami oleh penderita arthritis.

2. Meningkatkan Mobilitas dan Fleksibilitas

Latihan terapeutik yang dipimpin oleh fisioterapis dapat membantu meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas sendi yang terkena penyakit arthritis. Melalui latihan gerakan yang terarah, peregangan, dan teknik mobilisasi sendi, fisioterapi dapat membantu menjaga rentang gerak sendi yang optimal dan mencegah kekakuan yang disebabkan oleh pembengkakan atau penurunan aktivitas.

3. Mengajarkan Teknik Pengelolaan Diri

Fisioterapi memberikan pendidikan tentang teknik-teknik pengelolaan diri yang dapat membantu penderita penyakit sendi arthritis dalam mengelola gejala sehari-hari mereka.

Ini termasuk pembelajaran tentang teknik pemanasan sebelum dan pendinginan setelah latihan, penggunaan alat bantu seperti tongkat atau penyangga, serta modifikasi aktivitas untuk mencegah stres berlebihan pada sendi yang terkena.

4. Mendukung Kemandirian

Fisioterapi membantu penderita arthritis untuk mempertahankan kemandirian mereka dengan mengajarkan strategi dan teknik yang memungkinkan mereka tetap aktif dan terlibat dalam kegiatan sehari-hari mereka.

Ini termasuk pembelajaran tentang cara melindungi sendi selama aktivitas fisik, penggunaan alat bantu mobilitas, dan modifikasi lingkungan untuk meningkatkan aksesibilitas bagi individu dengan mobilitas terbatas.

5. Meningkatkan Kualitas Hidup

Dengan membantu mengurangi nyeri, meningkatkan mobilitas, dan meningkatkan kemandirian, fisioterapi secara keseluruhan dapat meningkatkan kualitas hidup bagi individu yang hidup dengan arthritis sendi.

Dengan merasa lebih nyaman dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, penderita arthritis dapat merasa lebih puas dan berdaya dalam menjalani kehidupan mereka.

Penting untuk tidak asal saat melakukan pengobatan arthritis. Untuk merasakan pengalaman terbaik, hubungi Fisiohome di nomor +62 882-9874-5399. Nantinya berbagai terapi terbaik dalam mengatasi penyakit sendi arthritis akan Anda dapatkan.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Fisioterapi

Terapi Sensori Integrasi untuk Anak Terlambat Duduk

Terapi sensori integrasi (TSI) merupakan salah satu jenis fisioterapi yang bermanfaat sekali untuk membantu anak terlambat duduk. Terapi ini didasari oleh konsep sistem sensorik anak

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch

Syarat dan Ketentuan
Promo

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo berlaku untuk layanan home visit fisioterapi di wilayah tertentu.
  • Waktu layanan home visit fisioterapi terbatas, dan tersedia berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
  • Pasien diharuskan mendaftar melalui platform atau saluran yang ditentukan.
  • Konfirmasi layanan home visit akan diberikan setelah pendaftaran dan penjadwalan telah berhasil.
  • Promo tidak bisa digabung dengan promo lainnya.

Visit Suite

  • Fisioterapi visit 1x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Luxury

  • Fisioterapi visit 8x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Platinum

  • Fisioterapi visit 12x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Royal Family

  • Fisioterapi visit 9x sesi
  • Bisa dipakai seluruh keluarga dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa untuk melayani semua anggota keluarga dengan 1x pemesanan dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Max 3x sesi per visit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Sport Event

  • Personal fisioterapi untuk event (Olaharaga/Kesehatan)
  • Pendampingan Fisioterapis pada event olahraga
  • Pendampingan personal Fisioterapis perorangan