Fisiohome

15 Makanan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Bahu Dan Perlu Anda Hindari

15 Makanan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Bahu
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email

15 Makanan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Bahu, Nyeri bahu sering dianggap murni masalah otot atau sendi. Padahal, pada sebagian orang, pola makan juga ikut “menyulut” keluhan—terutama bila bahu sudah punya masalah dasar seperti radang tendon (tendinitis), bursitis, impingement, atau kekakuan akibat postur kerja yang buruk. Makanan tertentu dapat memicu peradangan sistemik, meningkatkan retensi cairan, mengganggu kualitas tidur, atau memperburuk asam urat dan gula darah. Dampaknya tidak selalu langsung terasa seperti alergi, tetapi bisa muncul sebagai bahu lebih gampang pegal, kaku saat bangun tidur, atau nyeri yang kambuh setelah hari kerja panjang.

15 Makanan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Bahu
Sumber gambar: Freepik

Poin pentingnya begini: makanan bukan satu-satunya penyebab nyeri bahu, namun bisa menjadi faktor yang memperparah. Jika Anda sudah melakukan peregangan, memperbaiki postur, dan fisioterapi tetapi nyeri bahu masih “sering datang”, mengecek pola makan bisa jadi langkah cerdas. Artikel ini membahas 15 makanan yang dapat menyebabkan nyeri bahu dan perlu Anda hindari, beserta cara lebih aman mengatur menu agar bahu lebih nyaman dan pemulihan lebih cepat.

15 Makanan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Bahu Dan Perlu Anda Hindari

Makanan yang “memicu nyeri” umumnya masuk ke dalam beberapa kategori besar: tinggi gula, tinggi lemak trans, tinggi garam, ultra-proses, tinggi purin (berpotensi memperburuk asam urat), atau memicu inflamasi pada orang yang sensitif. Tidak semua orang bereaksi sama, sehingga pendekatan terbaik adalah memahami kelompok pemicunya lalu menyesuaikan berdasarkan respons tubuh Anda. Di bawah ini adalah 15 jenis makanan yang sering dikaitkan dengan peradangan atau kondisi metabolik yang dapat memperburuk nyeri bahu.

Baca juga artikel: Perbedaan Patah Tulang Dan Retak Tulang Yang Sering Disalahpahami Banyak Orang

1. Gula Tambahan Dan Minuman Manis

Gula tambahan pada minuman kemasan, teh manis, kopi susu tinggi gula, soda, dan minuman energi dapat memicu lonjakan gula darah yang terkait dengan peningkatan proses inflamasi. Pada orang yang rentan, kondisi ini membuat jaringan tendon dan bursa lebih sensitif. Bahu yang sudah tegang karena kerja laptop bisa terasa semakin “mudah meradang” ketika pola minum manis berlangsung terus-menerus. Mengurangi gula sering memberi efek nyata pada penurunan pegal dan rasa kaku, terutama bila Anda juga memperbaiki tidur.

2. Makanan Ultra-Proses

Makanan ultra-proses seperti snack kemasan, mie instan tertentu, sosis, nugget, dan makanan siap saji sering mengandung kombinasi garam tinggi, lemak jenuh, gula, dan bahan aditif. Pola makan seperti ini cenderung meningkatkan peradangan sistemik. Bahu yang mengalami impingement atau tendinopati akan lebih gampang “rewel” karena jaringan pemulihannya tidak mendapat dukungan gizi yang cukup.

3. Gorengan Dan Lemak Trans

Gorengan yang diproses dengan minyak berulang berpotensi menghasilkan lemak trans dan senyawa oksidatif. Lemak trans dikenal dapat meningkatkan inflamasi dan mengganggu kesehatan pembuluh darah. Pada konteks nyeri bahu, ini bisa membuat proses pemulihan jaringan lebih lambat, sehingga keluhan terasa lebih lama hilang meskipun sudah diistirahatkan. Jika Anda sulit lepas dari gorengan, frekuensi dan porsinya yang perlu ditata, bukan hanya jenisnya.

4. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, ham, kornet, dan bacon sering tinggi natrium serta mengandung pengawet. Garam tinggi dapat meningkatkan retensi cairan yang pada beberapa orang terasa sebagai “bengkak halus” atau kekakuan pagi hari. Selain itu, daging olahan cenderung rendah serat dan mikronutrien, sehingga tidak ideal untuk pemulihan cedera atau peradangan bahu.

5. Karbohidrat Olahan

Roti putih, kue-kue manis, biskuit, dan pastry termasuk karbo olahan yang cepat meningkatkan gula darah. Lonjakan yang sering dapat memengaruhi inflamasi dan membuat tubuh lebih mudah lelah. Ketika tubuh lelah, postur memburuk, bahu naik tanpa disadari, dan otot leher–bahu cepat tegang. Hasil akhirnya, bahu terasa nyeri walau tidak ada cedera baru.

6. Alkohol

Alkohol dapat mengganggu kualitas tidur, menurunkan kemampuan tubuh memperbaiki jaringan, dan pada sebagian orang memicu inflamasi. Jika Anda sedang dalam proses pemulihan bahu atau rutin menjalani fisioterapi, alkohol yang sering bisa membuat progres terasa lebih lambat. Selain itu, alkohol dapat memperburuk dehidrasi sehingga otot lebih mudah kram dan tegang.

7. Makanan Tinggi Garam

Keripik asin, makanan cepat saji, saus instan, dan makanan kalengan sering mengandung natrium tinggi. Garam berlebihan meningkatkan retensi cairan dan pada sebagian orang memicu rasa kaku, terutama saat bangun tidur. Bahu yang memiliki radang tendon atau bursitis bisa terasa lebih “penuh” dan tidak nyaman bila asupan garam harian tidak terkendali.

8. Produk Susu Tinggi Lemak Pada Orang Sensitif

Tidak semua orang perlu menghindari susu. Namun, pada sebagian individu yang sensitif, produk susu tinggi lemak dapat memicu keluhan inflamasi ringan atau produksi mukus yang mengganggu tidur. Tidur yang kurang berkualitas membuat ambang nyeri turun, sehingga bahu lebih mudah terasa sakit. Jika Anda curiga sensitif terhadap susu, coba evaluasi reaksi tubuh setelah konsumsi dalam 1–2 minggu, lalu diskusikan dengan profesional kesehatan bila perlu.

9. Makanan Tinggi Purin Yang Memicu Asam Urat

Beberapa jenis makanan seperti jeroan, kaldu daging pekat, dan sebagian seafood tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat pada orang rentan. Walau asam urat lebih sering menyerang sendi kaki, peradangan bisa juga muncul di sendi lain, termasuk bahu, terutama pada kasus gout yang lebih lanjut. Bila Anda punya riwayat asam urat, kontrol purin dan hidrasi adalah langkah penting untuk mencegah nyeri sendi kambuh.

10. Seafood Tertentu Dan Saus Tinggi Garam

Kerang-kerangan atau seafood tertentu bisa tinggi purin, sementara saus pendampingnya sering tinggi garam dan gula. Kombinasi ini membuat peradangan lebih mudah muncul pada orang yang sensitif. Bukan berarti Anda harus berhenti makan seafood, tetapi porsi, frekuensi, dan cara olahnya yang perlu ditata.

11. Makanan Panggang Gosong Dan Daging Dibakar Berlebihan

Makanan yang dipanggang hingga gosong atau daging yang dibakar berlebihan dapat menghasilkan senyawa tertentu yang berhubungan dengan stres oksidatif. Stres oksidatif dapat mengganggu proses perbaikan jaringan. Jika bahu sedang dalam fase pemulihan, kebiasaan ini bisa membuat tubuh bekerja lebih keras untuk memulihkan kondisi.

12. Minuman Berkafein Tinggi Yang Mengganggu Tidur

Kafein tidak selalu buruk, tetapi dosis tinggi atau diminum terlalu sore dapat mengganggu tidur. Tidur adalah “waktu emas” pemulihan jaringan, termasuk tendon dan otot bahu. Ketika tidur terganggu, otot cenderung lebih tegang, ambang nyeri turun, dan bahu terasa lebih sensitif. Jika Anda sering minum kopi sore, coba geser jadwalnya lebih pagi.

13. Makanan Manis Berbasis Susu Dan Tepung

Es krim, milkshake, dan dessert berbasis susu—tepung—gula adalah kombinasi yang sering memicu lonjakan gula darah sekaligus menambah asupan lemak jenuh. Pada beberapa orang, kombinasi ini membuat tubuh terasa lebih “berat”, kaku, dan mudah pegal. Bahu yang sudah bermasalah bisa ikut bereaksi.

14. Saus, Dressing, Dan Bumbu Instan

Saus botolan, mayonnaise tertentu, dan bumbu instan sering tinggi gula, garam, serta lemak. Banyak orang merasa makannya “biasa saja”, padahal sumber garam-gula terbesar justru dari tambahan saus. Bila tujuan Anda menurunkan inflamasi dan mencegah nyeri bahu kambuh, mengurangi saus instan adalah langkah yang paling sering memberi hasil cepat.

15. Makanan Cepat Saji

Burger, ayam cepat saji, kentang goreng, pizza, dan sejenisnya sering menggabungkan lemak jenuh, garam tinggi, tepung olahan, serta gula. Kombinasi ini cenderung memperparah inflamasi sistemik dan mengganggu metabolisme. Bahu yang sedang pemulihan jadi lebih mudah “nyut-nyutan” atau terasa panas setelah aktivitas ringan.

Mengapa Makanan Bisa Membuat Bahu Lebih Nyeri

Nyeri bahu tidak selalu berasal dari bahu saja. Jika inflamasi sistemik meningkat, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap beban kecil. Tendon dan otot bahu yang sudah tegang karena postur kerja menanggung beban tambahan. Selain itu, makanan tinggi gula dan garam bisa mengganggu tidur dan meningkatkan retensi cairan, membuat bahu terasa kaku dan pegal, terutama pagi hari. Pada beberapa orang, faktor metabolik seperti gula darah tinggi dan asam urat juga dapat memperparah inflamasi sendi. Karena itu, mengatur pola makan bukan sekadar “diet”, tetapi strategi pemulihan.

Strategi Aman Menghindari Pemicu

Langkah paling realistis adalah mengurangi, bukan langsung menghilangkan semuanya. Pilih dua atau tiga pemicu utama yang paling sering Anda konsumsi—misalnya minuman manis, gorengan, dan makanan cepat saji—lalu turunkan frekuensinya selama 2 minggu. Perhatikan perubahan: apakah bahu lebih ringan saat bangun tidur, apakah kekakuan berkurang, dan apakah Anda lebih mudah melakukan peregangan. Setelah itu, lanjutkan dengan mengatur garam dan saus instan. Pendekatan bertahap lebih mudah dipertahankan daripada perubahan ekstrem yang cepat membuat Anda kembali ke pola lama.

Makanan Yang Membantu Pemulihan Bahu

Untuk menyeimbangkan, fokus pada makanan pendukung jaringan: protein berkualitas (ikan, telur, tahu-tempe), sayur dan buah berwarna (antioksidan), lemak baik (alpukat, kacang, ikan berlemak), serta karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, umbi). Minum air cukup membantu hidrasi jaringan dan mengurangi risiko kram otot. Ketika nutrisi membaik, latihan bahu dan fisioterapi biasanya terasa lebih efektif karena tubuh punya “bahan baku” untuk memperbaiki jaringan.

Kapan Perlu Konsultasi Profesional

Jika nyeri bahu menetap lebih dari 1–2 minggu, disertai kesemutan menjalar, bahu sulit diangkat, nyeri malam yang mengganggu tidur, atau ada riwayat cedera jatuh, sebaiknya lakukan evaluasi profesional. Makanan bisa memperburuk, tetapi sumber utama bisa berasal dari impingement, robekan tendon, atau masalah saraf yang memerlukan penanganan fisioterapi terarah. Dengan evaluasi, Anda tidak menebak-nebak, dan program pemulihan menjadi lebih efektif.

15 Makanan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Bahu
Sumber gambar: Freepik

FAQ

Apakah makanan benar-benar bisa menyebabkan nyeri bahu?

Makanan jarang menjadi penyebab tunggal, tetapi dapat meningkatkan peradangan sistemik, mengganggu tidur, atau memperburuk kondisi metabolik seperti gula darah dan asam urat. Pada bahu yang sudah rentan, faktor-faktor ini membuat nyeri lebih mudah kambuh dan pemulihan terasa lebih lambat.

Apakah semua orang harus menghindari susu?

Tidak. Sebagian orang baik-baik saja dengan susu. Namun, pada individu yang sensitif, produk susu tinggi lemak bisa memperburuk rasa kaku atau mengganggu tidur. Cara paling aman adalah mengamati respons tubuh Anda selama 1–2 minggu.

Apa pemicu paling umum yang sering tidak disadari?

Minuman manis, saus botolan, bumbu instan, dan snack kemasan sering menjadi pemicu tersembunyi karena kita menganggapnya kecil. Padahal kontribusi gula dan garamnya bisa besar.

Berapa lama biasanya perubahan terasa setelah mengurangi pemicu?

Banyak orang merasakan perubahan dalam 1–2 minggu, terutama pada kualitas tidur dan kekakuan pagi hari. Jika dikombinasikan dengan peregangan bahu, perbaikan postur, dan hidrasi, hasilnya sering lebih cepat terasa.

Apakah boleh tetap makan gorengan sesekali?

Boleh, selama frekuensinya dikendalikan dan Anda tidak sedang mengalami flare-up nyeri. Pilih porsi kecil, hindari minyak berulang, dan imbangi dengan makanan tinggi serat serta protein berkualitas.

Jika bahu nyeri, apakah cukup mengatur makan tanpa terapi?

Jika nyeri ringan dan jelas pemicunya dari overuse, perubahan pola makan bisa membantu. Namun, bila nyeri menetap, gerak bahu terbatas, atau nyeri mengganggu tidur, fisioterapi dan evaluasi lebih disarankan agar akar masalah ditangani.

Baca juga artikel: Manfaat Ultrasound Fisioterapi Untuk Mempercepat Proses Pemulihan Cedera

Informasi Pemesanan

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan layanan fisioterapis orang tua dengan gangguan otot dan saraf di rumah, Anda dapat menghubungi tim profesional kami. Fisiohome siap mendatangi rumah Anda dan memberikan perawatan yang aman, personal, dan nyaman. Silakan telepon di +62 856-5790-1160 setiap hari Senin hingga Minggu pukul 09.00 hingga 18.00. Anda juga bisa menghubungi WhatsApp di +62 882-9874-5399 atau mengirim email ke [email protected]. Kantor kami berlokasi di QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 No. 44, Jakarta Selatan, 12530. Kami berkomitmen mendukung pemulihan dan kemandirian lansia Anda dengan program fisioterapi terbaik.

Terakhir diperbarui : Senin, 22 Desember 2025

Referensi penulisan:

National Institutes of Health (NIH). “Shoulder pain“, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3217726/, diakses 22 Desember 2025.

Universitas Abulyatama. “STUDI KASUS: DIAGNOSTIK HOLISTIK DAN PENATALAKSANAAN LAYANAN PRIMER PADA PENYAKIT FROZEN SHOULDER DAN HIPERTENSI DENGAN OBESITAS“, http://jurnal.abulyatama.ac.id/index.php/acehmedika/article/viewFile/6450/2601, diakses 22 Desember 2025.

ARIKESI. “Edukasi Pencegahan Nyeri Bahu pada Pekerja Rumah Makan di Dapur Potre Koneng“, https://journal.arikesi.or.id/index.php/Natural/article/download/1803/1949/10528, diakses 22 Desember 2025.

Artikel Lainnya

Kenali Fisioterapis Kami

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Lebih Banyak yang Bisa Dieksplorasi

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Fisiohome X CareNow

Promo ini berlaku selama periode promo: 1 November – 31 Desember 2024

Syarat & Ketentuan Promo:
1.⁠ ⁠Diskon Rp 75.000 untuk transaksi minimal Rp 2.000.000
2.⁠ ⁠Berlaku untuk seluruh layanan Fisiohome
3.⁠ ⁠Promo hanya dapat digunakan untuk 1x pengguna per pasien

Klik di sini untuk menghubungi kami via WhatsApp di +62 882-9874-5399 atau hubungi langsung untuk konsultasi mengenai promo ini.  Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan fisioterapi terbaik dengan harga spesial.

Syarat dan Ketentuan
Promo

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo berlaku untuk layanan home visit fisioterapi di wilayah tertentu.
  • Waktu layanan home visit fisioterapi terbatas, dan tersedia berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
  • Pasien diharuskan mendaftar melalui platform atau saluran yang ditentukan.
  • Konfirmasi layanan home visit akan diberikan setelah pendaftaran dan penjadwalan telah berhasil.
  • Promo tidak bisa digabung dengan promo lainnya.

Visit Suite

  • Fisioterapi visit 1x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Luxury

  • Fisioterapi visit 8x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Platinum

  • Fisioterapi visit 12x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Royal Family

  • Fisioterapi visit 9x sesi
  • Bisa dipakai seluruh keluarga dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa untuk melayani semua anggota keluarga dengan 1x pemesanan dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Max 3x sesi per visit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Sport Event

  • Personal fisioterapi untuk event (Olaharaga/Kesehatan)
  • Pendampingan Fisioterapis pada event olahraga
  • Pendampingan personal Fisioterapis perorangan