Fisiohome

Perbedaan Rangka Aksial Dan Apendikular Penjelasan Lengkap Yang Mudah Dipahami

Perbedaan Rangka Aksial Dan Apendikular
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email

Perbedaan Rangka Aksial Dan Apendikular, Rangka manusia ibarat kerangka bangunan yang menopang, melindungi, sekaligus membantu tubuh bergerak. Namun, tidak semua bagian rangka memiliki fungsi yang sama. Ada bagian yang terutama menjaga postur tegak dan melindungi organ vital, sementara bagian lain bertugas sebagai “tuan rumah” bagi gerakan lengan dan tungkai. Pemahaman yang jelas tentang perbedaan rangka aksial dan rangka apendikular sangat berguna, bukan hanya untuk pelajar atau tenaga kesehatan, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin menjaga kesehatan tubuh, mencegah cedera, dan meningkatkan performa aktivitas harian. Artikel ini merangkum penjelasan lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami, agar Anda dapat menerapkannya langsung dalam kebiasaan dan latihan sehari-hari.

Perbedaan Rangka Aksial Dan Apendikular
Sumber gambar: Freepik

Perbedaan Rangka Aksial Dan Apendikular Penjelasan Lengkap Yang Mudah Dipahami

Secara garis besar, rangka manusia terbagi menjadi dua kelompok besar. Rangka aksial adalah “poros” utama tubuh—meliputi tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra), tulang rusuk (costae), dan tulang dada (sternum). Tugasnya memelihara postur, menahan beban pusat, serta melindungi organ vital seperti otak, sumsum tulang belakang, jantung, dan paru. Sebaliknya, rangka apendikular adalah “anggota” yang menempel pada poros tadi—yakni gelang bahu (klavikula dan skapula), tulang lengan dan tangan, gelang panggul, serta tulang tungkai dan kaki. Fungsinya mendukung mobilitas, dari menggenggam, mendorong, mengangkat, sampai melangkah, berlari, dan melompat.

Keduanya saling bergantung. Tanpa aksial, tubuh mudah runtuh; tanpa apendikular, tubuh sulit bergerak. Menjaga sinergi keduanya artinya menjaga kesehatan, efisiensi gerak, dan kualitas hidup.

Baca juga artikel: Fisioterapi Panggilan Ke Rumah Daerah Kabupaten Bekasi Untuk Pemulihan Cepat Di Rumah Tanpa Antre

Komponen Rangka Aksial

Rangka aksial terbentang dari kepala hingga panggul atas. Di bagian atas, tengkorak terdiri dari tulang-tulang yang saling berkait, membentuk “helm” pelindung otak serta rumah bagi organ sensorik (penglihatan, pendengaran, penciuman). Tulang belakang tersusun dari rangkaian vertebra servikal (leher), torakal (punggung atas), lumbal (punggung bawah), sakrum, dan koksiks. Struktur bersegmen ini memungkinkan keseimbangan antara stabilitas dan fleksibilitas, sementara cakram antar-ruas bertindak seperti peredam kejut. Di bagian dada, sternum dan tulang rusuk membentuk “sangkar” yang melindungi jantung dan paru sekaligus memfasilitasi gerak pernapasan.

Secara fungsional, aksial memegang peran: menjaga poros postur, melindungi organ vital, menjadi jangkar bagi otot inti (core), serta menyalurkan gaya antara tubuh atas dan bawah. Jika poros ini kuat dan sejajar, gerakan menjadi efisien, napas lebih lega, dan risiko cedera menurun.

Komponen Rangka Apendikular

Rangka apendikular mencakup dua “sabuk” besar—gelang bahu dan gelang panggul—serta anggota gerak atas dan bawah. Gelang bahu terdiri dari klavikula (tulang selangka) dan skapula (tulang belikat), menjadi pangkalan bagi lengan atas (humerus), lalu bersambung ke lengan bawah (radius—ulna), pergelangan, dan tulang-tulang tangan (karpal, metakarpal, falang). Di sisi lain, gelang panggul (ilium, iskum, pubis) menjadi pondasi untuk femur (paha), tibia—fibula (betis), pergelangan kaki, serta tulang-tulang kaki (tarsal, metatarsal, falang).

Peran apendikular adalah memungkinkan rentang gerak luas dan presisi. Bahu memberikan kebebasan menggapai, memutar, mendorong, dan menarik; sementara panggul—meski lebih stabil—menyediakan kekuatan untuk berdiri, melangkah, berlari, atau melompat. Karena itulah apendikular sangat dipengaruhi oleh kekuatan otot, koordinasi, dan kebiasaan gerak.

Fungsi Utama: Stabilitas vs Mobilitas

Perbedaan paling mudah diingat: aksial untuk stabilitas, apendikular untuk mobilitas. Rangka aksial menjaga tubuh tetap tegak, menyelaraskan kepala—punggung—panggul, serta melindungi organ vital. Ketika aksial seimbang, gerak apendikular menjadi lebih hemat energi dan aman. Rangka apendikular, sebaliknya, menghadirkan “kemerdekaan” gerak: mengangkat, membawa, memutar, berjalan. Namun gerak apendikular yang optimal membutuhkan dukungan aksial yang kuat dan responsif. Itulah sebabnya latihan inti (core) selalu menjadi fondasi program kebugaran dan rehabilitasi.

Hubungan Sendi Dan Rentang Gerak

Sendi aksial cenderung mengutamakan stabilitas dengan fleksibilitas terbatas namun penting: sendi kraniovertebral untuk rotasi/ekstensi leher, ruas torakal yang bersinergi dengan tulang rusuk untuk pernapasan, serta lumbal untuk fleksi—ekstensi. Sementara itu, pada apendikular, sendi bahu (glenohumeral) menawarkan mobilitas sangat luas namun menuntut kontrol otot yang baik, sedangkan sendi panggul lebih stabil karena fungsi tumpuan. Lutut dan siku adalah engsel utama, pergelangan tangan dan kaki memberi penyesuaian halus agar aktivitas presisi, menopang, atau mendarat tetap aman.

Pertumbuhan, Adaptasi, Dan Pembebanan

Baik aksial maupun apendikular bereaksi terhadap beban mekanik. Tulang akan menyesuaikan kekuatan dan kepadatannya mengikuti gaya yang diterima. Aktivitas berbeban (weight-bearing) dan latihan ketahanan menstimulasi penguatan tulang, terutama pada masa pertumbuhan dan dewasa muda, lalu membantu mempertahankan massa tulang seiring bertambah usia. Postur yang baik mengoptimalkan distribusi beban pada aksial; teknik gerak yang benar mengurangi stres berlebihan pada apendikular. Kombinasi keduanya menjaga rangka “terlatih” sekaligus aman.

Gangguan Umum Dan Dampaknya

Ketidakseimbangan aksial—misalnya postur kepala maju, hiperkifosis torakal, atau hiperlordosis lumbal—dapat memicu tegang otot, nyeri punggung, dan napas dangkal. Pada apendikular, masalah umum meliputi nyeri bahu akibat ketidakseimbangan otot skapula, tendinopati siku/pergelangan karena gerakan berulang, nyeri panggul/lutut akibat kontrol pinggul yang lemah, atau nyeri tumit karena pola mendarat yang buruk. Pencegahan terbaik adalah menyelaraskan poros aksial, memperkuat inti dan pinggul, serta melatih pola gerak yang efisien.

Postur, Ergonomi, Dan Keseharian

Aksial yang sejajar memperingan kerja apendikular. Di meja kerja, posisikan monitor sejajar garis mata, bahu rileks, siku mendekati tubuh, dan telapak tangan netral di keyboard. Gunakan kursi dengan dukungan pinggang dan beri tumpuan kaki jika perlu. Di rumah, biasakan teknik mengangkat yang benar: dekatkan beban, aktifkan otot inti, dan gunakan pinggul sebagai engsel. Koreksi kecil ini menjaga punggung, bahu, dan lutut dari pembebanan berulang yang merusak.

Latihan Yang Mendukung Aksial Dan Apendikular

Latihan untuk aksial menekankan stabilitas inti—aktivasi perut dalam, diafragma, dan otot punggung—disertai mobilitas dada serta pinggul agar punggung tidak menanggung beban sendirian. Latihan untuk apendikular berfokus pada kontrol skapula (retraksi—depresi), penguatan punggung atas, serta penguatan pinggul—gluteus untuk menopang lutut dan pergelangan. Tambahkan latihan keseimbangan dan propriosepsi untuk kaki agar langkah mantap dan risiko jatuh menurun. Prinsipnya: kualitas gerak lebih penting daripada jumlah repetisi.

Perbandingan Singkat Yang Praktis

Jika rangka aksial adalah tiang utama, rangka apendikular adalah lengan dan tuas yang menempel pada tiang tersebut. Tiang harus kuat dan tegak; lengan dan tuas harus terlatih, terkoordinasi, dan bergerak di rentang aman. Setiap keputusan latihan, aktivitas, atau penyesuaian ergonomi sebaiknya berpijak pada prinsip ini. Dengan begitu, kerja rangka menjadi efisien: tenaga cukup, risiko cedera rendah, dan performa harian meningkat.

Tips Menjaga Kesehatan Rangka

Pertama, geraklah secara teratur: jalan cepat, naik tangga, latihan kekuatan dan mobilitas, juga latihan keseimbangan. Kedua, perhatikan asupan gizi: protein berkualitas, kalsium, vitamin D, magnesium, dan hidrasi yang cukup. Ketiga, rawat postur: atur ergonomi kerja, jeda peregangan tiap jam, dan latih napas diafragma agar dada lebih mobile. Keempat, naikkan beban latihan bertahap—hindari lonjakan mendadak. Terakhir, dengarkan sinyal tubuh; jika nyeri menetap, evaluasi lebih lanjut sangat dianjurkan.

Perbedaan Rangka Aksial Dan Apendikular
Sumber gambar: Freepik

FAQ

Apa itu rangka aksial?

Rangka aksial adalah poros utama tubuh yang terdiri dari tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Fungsinya menjaga postur, melindungi organ vital, serta menjadi jalur transmisi gaya antara tubuh atas dan bawah.

Apa itu rangka apendikular?

Rangka apendikular mencakup gelang bahu dan gelang panggul beserta anggota gerak atas dan bawah. Bagian ini memungkinkan gerakan fungsional—mengangkat, mendorong, berjalan, berlari—dengan rentang gerak yang lebih luas.

Mengapa aksial identik dengan stabilitas?

Karena aksial membentuk kerangka pusat yang menahan beban dan melindungi organ vital. Stabilitas aksial yang baik membuat gerakan apendikular lebih efisien dan aman.

Mengapa apendikular identik dengan mobilitas?

Karena sendi-sendi apendikular—terutama bahu—memiliki kebebasan gerak besar untuk tugas fungsional. Namun, mobilitas itu membutuhkan kontrol otot dan dukungan aksial agar tidak menimbulkan cedera.

Bagaimana cara melatih keduanya sekaligus?

Mulailah dari inti (core) dan postur aksial: aktivasi perut dalam, stabilisasi lumbopelvis, mobilitas dada. Lalu latih apendikular: kontrol skapula, penguatan punggung atas, gluteus, paha, serta latihan keseimbangan kaki. Pastikan teknik benar dan beban progresif.

Apa tanda rangka “tidak seimbang”?

Nyeri punggung berulang, bahu kaku, lutut mudah nyeri saat tangga, dan cepat lelah saat bekerja di depan layar. Sering kali penyebabnya adalah poros aksial yang keluar sejajar atau pola gerak apendikular yang tidak efisien.

Adakah tips ergonomi cepat?

Naikkan monitor sejajar mata, sandarkan punggung dengan dukungan pinggang, jaga siku dekat tubuh, posisikan keyboard—mouse netral, dan jeda berdiri—regangan tiap 45–60 menit. Cara sederhana ini meringankan beban aksial dan apendikular sekaligus.

Baca juga artikel: Struktur Dan Fungsi Utama Tulang Yang Perlu Diketahui Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Informasi Pemesanan

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan layanan fisioterapis orang tua dengan gangguan otot dan saraf di rumah, Anda dapat menghubungi tim profesional kami. Fisiohome siap mendatangi rumah Anda dan memberikan perawatan yang aman, personal, dan nyaman. Silakan telepon di +62 856-5790-1160 setiap hari Senin hingga Minggu pukul 09.00 hingga 18.00. Anda juga bisa menghubungi WhatsApp di +62 882-9874-5399 atau mengirim email ke [email protected]. Kantor kami berlokasi di QP Office, Perkantoran Tanjung Mas Raya, Blok B1 No. 44, Jakarta Selatan, 12530. Kami berkomitmen mendukung pemulihan dan kemandirian lansia Anda dengan program fisioterapi terbaik.

Terakhir diperbarui : Selasa, 16 Desember 2025

Referensi penulisan:

Bajang Institute. “ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS VIII MATERI SISTEM GERAK MANUSIA di MTsN 9 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2022/2023“, https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/download/6137/4827, diakses 16 Desember 2025.

Jurnal Untan. “Penerapan Augmented Reality Berbasis android Sebagai Media Pembelajaran Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak dalam Mata Pelajaran Biologi (Studi Kasus : SMA Negeri 7 Pontianak)“, https://jurnal.untan.ac.id/index.php/justin/article/download/18608/15722, diakses 16 Desember 2025.

Neliti. “Analisis Penerapan Pemodelan Gerakan Karakter Manusia pada Animasi 3D dengan Menggunakan Metode Forward Kinematics“, https://media.neliti.com/media/publications/409840-analisis-penerapan-pemodelan-gerakan-kar-7f878ea9.pdf, diakses 16 Desember 2025.

Artikel Lainnya

Kenali Fisioterapis Kami

Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Fisiohome X CareNow

Promo ini berlaku selama periode promo: 1 November – 31 Desember 2024

Syarat & Ketentuan Promo:
1.⁠ ⁠Diskon Rp 75.000 untuk transaksi minimal Rp 2.000.000
2.⁠ ⁠Berlaku untuk seluruh layanan Fisiohome
3.⁠ ⁠Promo hanya dapat digunakan untuk 1x pengguna per pasien

Klik di sini untuk menghubungi kami via WhatsApp di +62 882-9874-5399 atau hubungi langsung untuk konsultasi mengenai promo ini.  Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan fisioterapi terbaik dengan harga spesial.

Syarat dan Ketentuan
Promo

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo berlaku untuk layanan home visit fisioterapi di wilayah tertentu.
  • Waktu layanan home visit fisioterapi terbatas, dan tersedia berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
  • Pasien diharuskan mendaftar melalui platform atau saluran yang ditentukan.
  • Konfirmasi layanan home visit akan diberikan setelah pendaftaran dan penjadwalan telah berhasil.
  • Promo tidak bisa digabung dengan promo lainnya.

Visit Suite

  • Fisioterapi visit 1x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Luxury

  • Fisioterapi visit 8x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Platinum

  • Fisioterapi visit 12x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Royal Family

  • Fisioterapi visit 9x sesi
  • Bisa dipakai seluruh keluarga dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa untuk melayani semua anggota keluarga dengan 1x pemesanan dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Max 3x sesi per visit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Sport Event

  • Personal fisioterapi untuk event (Olaharaga/Kesehatan)
  • Pendampingan Fisioterapis pada event olahraga
  • Pendampingan personal Fisioterapis perorangan