Header Fisiohome
🎉 Pesan Fisioterapi Melalui Website, Harga lebih hemat dan lebih praktis Pesan Sekarang →

Perbedaan Patah Tulang dan Retak Tulang yang Perlu Diketahui

Perbedaan Patah Tulang dan Retak Tulang yang Perlu Diketahui
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email

Perbedaan Patah Tulang dan Retak Tulang. Patah tulang dan retak tulang sering dianggap sebagai dua kondisi yang berbeda. Banyak orang mengira retak tulang lebih ringan dan tidak perlu ditangani secepat patah tulang. Padahal, dalam istilah medis, retak tulang tetap termasuk dalam kelompok fraktur. American Academy of Orthopaedic Surgeons menjelaskan bahwa fraktur adalah tulang yang mengalami patah, retak, atau putus, baik sebagian maupun seluruhnya. Dokter juga menggunakan istilah “break” dan “fracture” secara bergantian untuk menjelaskan cedera pada struktur tulang.

Pemahaman ini penting karena retak tulang yang terlihat ringan tetap bisa memburuk jika bagian tubuh yang cedera terus digunakan secara berlebihan. Sebaliknya, patah tulang yang jelas terlihat, misalnya tulang tampak berubah bentuk atau muncul luka terbuka, biasanya lebih cepat disadari sebagai kondisi darurat. Artikel ini membahas perbedaan patah tulang dan retak tulang, gejala yang perlu diperhatikan, cara pemeriksaan, pilihan penanganan, serta kapan seseorang perlu segera mencari pertolongan medis.

Apa Itu Patah Tulang?

Patah tulang adalah kondisi ketika struktur tulang mengalami kerusakan akibat tekanan, benturan, jatuh, kecelakaan, cedera olahraga, atau kondisi tulang yang rapuh. Patah tulang dapat terjadi sebagian atau total. Pada kasus ringan, tulang hanya mengalami garis patahan kecil. Pada kasus berat, tulang dapat bergeser, pecah menjadi beberapa bagian, atau menembus kulit.

Tingkat keparahan patah tulang sangat dipengaruhi oleh besarnya gaya yang mengenai tulang. Jika gaya yang diterima hanya sedikit melewati batas kekuatan tulang, tulang bisa mengalami retak. Jika gaya sangat besar, seperti pada kecelakaan lalu lintas atau benturan keras, tulang bisa patah total atau hancur menjadi beberapa fragmen.

Patah tulang dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, pergelangan tangan, paha, tulang kering, pergelangan kaki, tulang rusuk, tulang selangka, atau tulang belakang. Gejalanya tidak selalu sama pada setiap orang. Lokasi cedera, usia, kekuatan tulang, dan jenis patahan sangat menentukan berat ringannya keluhan.

Seorang dokter profesional di ruang konsultasi modern sedang menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien yang mengalami patah tulang lengan
Sumber Gambar : Magnific

Apa Itu Retak Tulang?

Retak tulang adalah istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan tulang yang mengalami garis retakan kecil, tetapi tidak sampai terpisah sepenuhnya. Dalam dunia medis, kondisi ini tetap termasuk fraktur. Salah satu bentuk retak tulang yang cukup sering dibahas adalah stress fracture, yaitu retakan kecil pada tulang akibat tekanan berulang.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa stress fracture merupakan retakan kecil pada tulang yang sering disebabkan oleh penggunaan bagian tubuh yang sama secara berlebihan, misalnya berlari jarak jauh atau melakukan gerakan melompat secara berulang.

Retak tulang sering terjadi secara bertahap. Pada awalnya, keluhan bisa terasa seperti pegal, nyeri ringan, atau nyeri yang muncul saat aktivitas tertentu. Karena gejalanya tidak selalu dramatis, sebagian orang tetap berjalan, berolahraga, atau bekerja seperti biasa. Kebiasaan ini dapat memperberat retakan dan memperlambat penyembuhan.

Cleveland Clinic menyebut stress fracture sebagai cedera akibat penggunaan berlebihan. Kondisi ini dapat dimulai dari reaksi stres pada tulang, kemudian berkembang menjadi retakan kecil jika tulang tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup.

Perbedaan Patah Tulang dan Retak Tulang

Perbedaan utama antara patah tulang dan retak tulang terletak pada tingkat kerusakan struktur tulang. Retak tulang biasanya menggambarkan patahan kecil atau tidak lengkap, sedangkan patah tulang sering dipahami sebagai kondisi ketika tulang terputus lebih jelas, bergeser, atau mengalami perubahan bentuk. Meski demikian, keduanya tetap termasuk cedera tulang yang perlu diperiksa secara medis.

Dari segi gejala, patah tulang berat biasanya menimbulkan nyeri hebat, bengkak, memar, sulit digerakkan, atau bentuk anggota tubuh tampak tidak normal. NHS menyebut tanda patah tulang dapat berupa nyeri, bengkak, memar, sulit digerakkan, bentuk tungkai tampak pendek atau bengkok, bunyi gesekan, bahkan luka dengan tulang yang terlihat pada kasus berat.

Pada retak tulang, nyeri bisa lebih samar. Rasa sakit sering muncul saat bagian tubuh digunakan, lalu berkurang saat istirahat. Pada stress fracture, nyeri biasanya memburuk selama aktivitas fisik dan dapat terasa terlokalisasi pada satu titik tertentu. Gejala lain yang bisa muncul adalah bengkak ringan, nyeri tekan, dan rasa tidak nyaman yang berulang saat berjalan, berdiri, atau berolahraga.

Dari segi penanganan, patah tulang yang bergeser, terbuka, atau tidak stabil sering membutuhkan tindakan lebih intensif. Penanganannya dapat berupa reposisi tulang, pemasangan gips, brace, traksi, fiksasi eksternal, atau operasi dengan pelat, sekrup, maupun batang logam. AAOS menjelaskan bahwa gips adalah salah satu penanganan paling umum karena dapat menjaga ujung tulang tetap pada posisi yang benar selama proses penyembuhan.

Retak tulang tidak selalu membutuhkan operasi. Banyak kasus dapat membaik dengan istirahat, pembatasan aktivitas, penggunaan alat bantu, atau imobilisasi sesuai anjuran dokter. Meski begitu, retak tulang tetap tidak boleh dianggap sepele. Jika aktivitas pemicu tetap dilakukan, retakan dapat memburuk dan berubah menjadi patahan yang lebih serius.

Baca Juga Tentang : Ciri Patah Tulang Sudah Menyambung dan Proses Pemulihannya

Jenis-Jenis Patah Tulang yang Sering Terjadi

Ada beberapa jenis patah tulang yang perlu diketahui. Pertama, stable fracture atau patah tulang stabil, yaitu kondisi ketika ujung tulang yang patah masih sejajar dan tidak banyak bergeser. Kedua, open fracture atau patah tulang terbuka, yaitu kondisi ketika tulang menembus kulit atau terdapat luka yang mencapai area tulang. Kondisi ini lebih serius karena meningkatkan risiko infeksi. Ketiga, transverse fracture, yaitu patahan dengan garis mendatar.

Keempat, oblique fracture, yaitu patahan dengan pola miring. Kelima, comminuted fracture, yaitu patahan ketika tulang pecah menjadi tiga bagian atau lebih. Pada anak-anak, terdapat jenis cedera yang disebut greenstick fracture. Kondisi ini terjadi ketika tulang anak melengkung dan retak pada salah satu sisi, tetapi tidak patah menjadi beberapa bagian. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa greenstick fracture hampir selalu terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun karena tulang anak lebih lunak dan lebih lentur dibanding tulang orang dewasa.

Gejala Patah Tulang dan Retak Tulang

Gejala patah tulang dan retak tulang dapat berbeda, tetapi beberapa tanda sering saling tumpang tindih. Keluhan yang paling umum adalah nyeri di area cedera. Nyeri dapat muncul segera setelah jatuh atau terbentur, tetapi pada retak tulang akibat tekanan berulang, nyeri bisa muncul perlahan dalam beberapa hari atau minggu.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah bengkak, memar, nyeri tekan, sulit menggerakkan bagian tubuh, sulit menumpu berat badan, atau area cedera terasa lemah. Pada patah tulang yang lebih berat, bentuk anggota tubuh dapat tampak tidak normal, misalnya bengkok, lebih pendek, atau terlihat menonjol. AAOS mencatat bahwa banyak fraktur terasa sangat nyeri dan dapat membuat seseorang sulit menggerakkan area yang cedera. Gejala lain yang dapat muncul adalah bengkak, nyeri tekan, memar, dan perubahan bentuk anggota tubuh.

Tanda bahaya perlu diwaspadai. Segera cari pertolongan medis jika terdapat luka terbuka, tulang tampak menembus kulit, nyeri sangat berat, area cedera tampak bengkok, jari tangan atau kaki terasa baal, kulit tampak pucat atau kebiruan, atau pasien mengalami sesak napas dan lemas setelah cedera. NHS menganjurkan pertolongan segera pada cedera berat, terutama jika tungkai tampak bengkok, terdapat tulang yang menonjol, ada luka berat, atau muncul tanda gangguan sirkulasi dan kondisi umum yang memburuk.

Penyebab Patah Tulang dan Retak Tulang

Penyebab paling umum adalah trauma. Trauma dapat berupa jatuh, kecelakaan kendaraan, benturan saat olahraga, tertimpa benda berat, atau kecelakaan kerja. Cedera seperti ini dapat menghasilkan gaya yang melebihi kemampuan tulang untuk menahan tekanan.

Penyebab kedua adalah osteoporosis. Pada kondisi ini, kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi lebih rapuh. Cedera ringan yang pada orang sehat mungkin hanya menyebabkan memar dapat menyebabkan patah tulang pada orang dengan osteoporosis. AAOS mencatat bahwa osteoporosis membuat tulang lebih mudah patah, bahkan akibat jatuh atau cedera ringan.

Penyebab ketiga adalah penggunaan berlebihan atau overuse. Kondisi ini sering terjadi pada atlet, pelari, pekerja lapangan, penari, atau orang yang tiba-tiba meningkatkan intensitas olahraga. Stress fracture dapat muncul ketika tulang menerima tekanan berulang tanpa waktu istirahat yang cukup. Mayo Clinic menyebut stress fracture paling sering terjadi pada tulang penopang berat badan di tungkai bawah dan kaki.

Cara Membedakan Memar Biasa, Retak Tulang, dan Patah Tulang

Memar biasa biasanya menimbulkan nyeri dan perubahan warna kulit, tetapi kemampuan gerak masih relatif baik. Rasa sakit dapat berkurang dalam beberapa hari dengan istirahat dan perawatan sederhana. Retak tulang cenderung menimbulkan nyeri yang menetap, nyeri tekan pada satu titik, dan nyeri yang memburuk ketika bagian tubuh digunakan. Patah tulang yang lebih berat sering disertai bengkak besar, memar luas, keterbatasan gerak, atau perubahan bentuk.

Meski begitu, membedakan ketiganya hanya dari gejala tidak selalu akurat. NHS menegaskan bahwa terkadang sulit mengetahui apakah tulang benar-benar patah tanpa pemeriksaan rontgen. Karena itu, cedera yang menimbulkan nyeri menetap, sulit digerakkan, atau sulit digunakan untuk menumpu berat badan sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Patah atau Retak Tulang

Pemeriksaan biasanya dimulai dari wawancara medis. Dokter akan menanyakan bagaimana cedera terjadi, kapan nyeri mulai dirasakan, bagian mana yang paling sakit, apakah ada riwayat osteoporosis, aktivitas olahraga, pekerjaan fisik, atau riwayat patah tulang sebelumnya.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai bengkak, memar, nyeri tekan, posisi tulang, kemampuan gerak, dan kondisi saraf maupun aliran darah. Pemeriksaan penunjang yang paling sering digunakan adalah rontgen. AAOS menjelaskan bahwa rontgen dapat menunjukkan apakah tulang masih utuh atau sudah patah, jenis patahan, dan lokasi patahan.

Pada retak tulang tertentu, terutama stress fracture tahap awal, hasil rontgen bisa tampak normal. Mayo Clinic menjelaskan bahwa stress fracture sering belum terlihat pada rontgen biasa segera setelah nyeri muncul. MRI dianggap sebagai metode terbaik untuk menemukan stress fracture, sedangkan CT scan dapat digunakan ketika hasil MRI belum jelas.

Penanganan Patah Tulang dan Retak Tulang

Penanganan bergantung pada lokasi tulang, jenis patahan, derajat pergeseran, usia pasien, kondisi kesehatan, dan tingkat aktivitas. Pada patah tulang yang stabil, dokter dapat menggunakan gips, bidai, atau brace untuk menjaga tulang tetap diam selama proses penyembuhan. Tujuannya adalah mempertahankan posisi tulang agar penyambungan berjalan baik.

Pada patah tulang yang bergeser atau tidak stabil, dokter mungkin perlu melakukan reposisi tulang. Pada kasus tertentu, operasi diperlukan untuk memasang pelat, sekrup, pin, atau batang logam. AAOS menjelaskan bahwa operasi dengan fiksasi internal dilakukan dengan mengembalikan fragmen tulang ke posisi normal, lalu menahannya menggunakan sekrup, pelat, atau batang khusus.

Pada retak tulang akibat aktivitas berulang, penanganan utama biasanya berupa istirahat dari aktivitas pemicu. Pasien dapat diminta menggunakan kruk, sepatu khusus, boot, atau alat bantu lain agar tekanan pada tulang berkurang. NHS menyebut stress fracture dapat ditangani dengan menghindari aktivitas penyebab cedera dan mengurangi beban pada tungkai menggunakan kruk atau boot empuk sesuai kebutuhan.

Berapa Lama Patah Tulang dan Retak Tulang Sembuh?

Waktu penyembuhan setiap orang berbeda. Faktor yang memengaruhi antara lain usia, lokasi cedera, jenis patahan, aliran darah ke tulang, nutrisi, kebiasaan merokok, penyakit penyerta, dan kepatuhan mengikuti anjuran dokter. AAOS menyebut waktu penyembuhan fraktur bervariasi, mulai dari 3 sampai 4 minggu pada beberapa patah tulang jari, 6 sampai 8 minggu pada sebagian kasus, hingga beberapa bulan atau lebih pada cedera tertentu. Nyeri juga dapat hilang lebih cepat daripada kekuatan tulang kembali sepenuhnya.

Pada patah tulang kaki, NHS menyebut penyembuhan umumnya membutuhkan waktu 6 sampai 12 minggu, tetapi sebagian kasus dapat berlangsung lebih lama. Setelah gips dilepas, pasien mungkin masih memerlukan fisioterapi selama beberapa bulan untuk mengurangi kaku dan menguatkan kembali bagian tubuh yang cedera.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Diduga Patah atau Retak Tulang?

Jangan memijat area cedera secara keras. Tekanan yang salah dapat memperburuk nyeri, menggeser posisi tulang, atau memperparah jaringan sekitar. Jangan memaksa berjalan, berlari, mengangkat beban, atau menggerakkan bagian tubuh yang nyeri berat. Jangan melepas gips atau bidai tanpa izin dokter. Jangan menunda pemeriksaan jika nyeri tidak membaik, bengkak bertambah, atau bagian tubuh sulit digunakan.

Saat menunggu pertolongan medis, bagian yang cedera sebaiknya dibuat tetap stabil. Pada cedera tungkai, NHS menganjurkan untuk menghindari menggerakkan kaki atau menumpu berat badan, memberi penyangga dengan kain atau selimut, menghentikan perdarahan dengan tekanan menggunakan kain bersih, dan menggunakan pereda nyeri yang sesuai bila aman bagi pasien.

Cara Membantu Pemulihan Tulang

Pemulihan tulang membutuhkan kombinasi antara perawatan medis, istirahat, nutrisi, dan rehabilitasi. Pasien perlu mengikuti jadwal kontrol agar dokter dapat menilai perkembangan penyembuhan. Pemeriksaan lanjutan penting untuk memastikan tulang tetap pada posisi yang baik dan tidak terjadi komplikasi.

Asupan makanan juga berperan dalam mendukung kesehatan tulang. AAOS menyebut diet yang kaya kalsium dan vitamin D dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Latihan beban yang sesuai juga bermanfaat untuk menjaga tulang tetap kuat, tetapi latihan harus dilakukan sesuai fase pemulihan dan anjuran tenaga kesehatan.

Fisioterapi dapat dibutuhkan setelah gips dilepas atau setelah operasi. Tujuannya bukan untuk “menyambungkan tulang” secara langsung, melainkan membantu mengembalikan kekuatan otot, kelenturan sendi, keseimbangan, dan fungsi gerak. Setelah lama tidak digunakan, otot dapat melemah dan sendi menjadi kaku. Latihan yang tepat membantu pasien kembali bergerak secara bertahap dan aman.

FAQ tentang Perbedaan Patah Tulang dan Retak Tulang

FAQ berikut menjawab berbagai pertanyaan umum seputar perbedaan patah tulang dan retak tulang, mulai dari gejala, tingkat keparahan, cara pemeriksaan, hingga langkah penanganan yang tepat. Informasi ini dapat membantu Anda memahami kapan cedera tulang perlu segera diperiksakan ke tenaga medis agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

1. Apakah retak tulang sama dengan patah tulang?
Ya, secara medis retak tulang termasuk fraktur. Bedanya, istilah retak tulang biasanya digunakan untuk menggambarkan patahan kecil atau tidak lengkap, sedangkan patah tulang sering dipahami sebagai kerusakan tulang yang lebih jelas atau berat.

2. Apakah retak tulang lebih ringan daripada patah tulang?
Sering kali retak tulang lebih ringan, tetapi tidak selalu aman untuk diabaikan. Retak tulang dapat memburuk jika bagian tubuh yang cedera terus dipakai untuk aktivitas berat.

3. Apa tanda retak tulang?
Tanda retak tulang dapat berupa nyeri yang menetap, nyeri tekan pada satu titik, bengkak ringan, nyeri saat berjalan atau beraktivitas, dan keluhan yang tidak membaik meskipun sudah diistirahatkan.

4. Apa tanda patah tulang?
Tanda patah tulang dapat berupa nyeri berat, bengkak, memar, sulit menggerakkan bagian tubuh, tidak mampu menumpu berat badan, bentuk anggota tubuh tampak bengkok, atau adanya luka terbuka.

5. Apakah retak tulang bisa sembuh sendiri?
Sebagian retak tulang dapat sembuh dengan istirahat dan pembatasan aktivitas, tetapi tetap perlu diagnosis dan arahan dokter. Tanpa pemeriksaan, sulit memastikan apakah cedera tersebut hanya retak ringan atau patah tulang yang membutuhkan penanganan khusus.

6. Apakah semua patah tulang harus operasi?
Tidak. Banyak patah tulang dapat ditangani dengan gips, bidai, brace, atau pembatasan aktivitas. Operasi biasanya dipertimbangkan pada patah tulang yang bergeser, tidak stabil, terbuka, atau berada pada lokasi yang sulit sembuh.

7. Apakah rontgen selalu bisa mendeteksi retak tulang?
Tidak selalu. Beberapa stress fracture tahap awal belum tampak pada rontgen. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan MRI atau CT scan untuk memperjelas diagnosis.

8. Berapa lama retak tulang sembuh?
Waktu penyembuhan berbeda pada setiap orang. Banyak kasus membutuhkan beberapa minggu, tetapi retak tulang akibat tekanan berulang dapat membutuhkan waktu lebih lama jika pasien terlambat beristirahat atau tetap melakukan aktivitas pemicu.

9. Bolehkah retak tulang diurut?
Sebaiknya tidak diurut tanpa izin dokter. Jika memang ada fraktur, pijatan yang tidak tepat dapat memperburuk cedera dan mengganggu proses penyembuhan.

10. Kapan harus ke dokter setelah cedera tulang?
Segera periksa jika nyeri berat, bengkak bertambah, sulit bergerak, sulit berjalan, area cedera tampak berubah bentuk, muncul luka terbuka, terasa baal, atau nyeri tidak membaik dalam beberapa hari.

11. Apakah fisioterapi diperlukan setelah patah tulang?
Fisioterapi sering diperlukan jika setelah masa imobilisasi pasien mengalami kaku sendi, kelemahan otot, nyeri saat bergerak, gangguan berjalan, atau kesulitan kembali ke aktivitas normal.

12. Apa makanan yang baik untuk pemulihan tulang?
Makanan yang mendukung pemulihan tulang adalah makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, kalsium, vitamin D, serta mineral penting. Nutrisi membantu proses penyembuhan, tetapi tidak menggantikan gips, brace, operasi, atau terapi medis lain jika memang diperlukan.

13. Apakah nyeri hilang berarti tulang sudah sembuh?
Belum tentu. Nyeri bisa berkurang sebelum tulang benar-benar kuat untuk aktivitas normal. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan tulang sudah cukup stabil.

14. Apakah patah tulang bisa bergeser setelah dipasang gips?
Bisa, terutama jika pasien terlalu banyak bergerak, menumpu beban terlalu cepat, gips longgar, atau cedera awalnya tidak stabil. Karena itu, kontrol rutin penting untuk memastikan posisi tulang tetap baik.

Rangkuman Akhir

Perbedaan patah tulang dan retak tulang perlu dipahami dengan benar. Retak tulang bukan sekadar cedera ringan biasa, melainkan bagian dari fraktur yang tetap membutuhkan perhatian medis. Patah tulang dapat terlihat jelas melalui nyeri berat, perubahan bentuk, atau luka terbuka, sedangkan retak tulang sering muncul lebih samar melalui nyeri menetap dan nyeri saat aktivitas.

Pemeriksaan dokter dan pencitraan seperti rontgen, MRI, atau CT scan menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis. Dengan penanganan yang tepat, istirahat cukup, nutrisi baik, kontrol rutin, dan fisioterapi bila diperlukan, proses pemulihan tulang dapat berjalan lebih aman dan optimal. Bagi Anda yang ingin mendapatkan layanan fisioterapi di rumah, pemesanan dapat dilakukan dengan mudah melalui website resmi penyedia layanan Fisiohome.

Pesan melalui whatsapp

Terakhir diperbarui : Jumat, 29 Mei 2026

Referensi Penulisan :



Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Lebih Banyak yang Bisa Dieksplorasi

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Fisiohome X CareNow

Promo ini berlaku selama periode promo: 1 November – 31 Desember 2024

Syarat & Ketentuan Promo:
1.⁠ ⁠Diskon Rp 75.000 untuk transaksi minimal Rp 2.000.000
2.⁠ ⁠Berlaku untuk seluruh layanan Fisiohome
3.⁠ ⁠Promo hanya dapat digunakan untuk 1x pengguna per pasien

Klik di sini untuk menghubungi kami via WhatsApp di +62 882-9874-5399 atau hubungi langsung untuk konsultasi mengenai promo ini.  Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan fisioterapi terbaik dengan harga spesial.

Syarat dan Ketentuan
Promo

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo berlaku untuk layanan home visit fisioterapi di wilayah tertentu.
  • Waktu layanan home visit fisioterapi terbatas, dan tersedia berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
  • Pasien diharuskan mendaftar melalui platform atau saluran yang ditentukan.
  • Konfirmasi layanan home visit akan diberikan setelah pendaftaran dan penjadwalan telah berhasil.
  • Promo tidak bisa digabung dengan promo lainnya.

Visit Suite

  • Fisioterapi visit 1x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Luxury

  • Fisioterapi visit 8x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Platinum

  • Fisioterapi visit 12x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Royal Family

  • Fisioterapi visit 9x sesi
  • Bisa dipakai seluruh keluarga dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa untuk melayani semua anggota keluarga dengan 1x pemesanan dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Max 3x sesi per visit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Sport Event

  • Personal fisioterapi untuk event (Olaharaga/Kesehatan)
  • Pendampingan Fisioterapis pada event olahraga
  • Pendampingan personal Fisioterapis perorangan