Header Fisiohome
🎉 Pesan Fisioterapi Melalui Website, Harga lebih hemat dan lebih praktis Pesan Sekarang →

Nyeri punggung Bawah Perjalanan Ajeng di Usia 26 Tahun

Sebuah Gambar Mba Ajeng Nandini
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Share on skype
Skype
Share on email
Email

Nyeri punggung Bawah – Ajeng Andini salah satu wanita dengan usia 26 tahun yang tinggal di Tangerang Selatan, dia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di selang kesibukannya melayani orang lain dan menyelesaikan tugas di kantor, Ajeng juga menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu dari seorang anak 

Bagi Ajeng, keluarga selalu menjadi alasan terbesar mengapa dia bekerja dengan penuh semangat. Dia ingin menjadi ibu yang selalu hadir untuk anaknya dan istri yang dapat mendampingi suaminya dalam setiap perjalanan hidupnya.

Ketika Tubuh Ajeng Mulai Kesakitan

Sebuah gambar mba Ajeng Nandini sedang sedih
Sumber Gambar : Fisiohome

Tanpa disadari, rasa pegal yang dulu hanya sekali, mulai berubah menjadi nyeri yang sering muncul. Bangun dari tempat tidur terasa tidak lagi seperti dulu. Saat membungkuk untuk memakai sepatu, pinggangnya seperti ditarik. Ketika hendak mengambil barang di lantai, harus melakukannya secara perlahan karena takut rasa sakit datang secara mendadak.

Setelah itu juga duduk terlalu lama di dalam mobil membuat nyeri menuju dari punggung bawah hingga ke area bokong, tiba-tiba pinggangnya terasa seperti terkunci. Rasa nyeri muncul begitu cepat hingga membuatnya tidak bisa langsung berdiri lagi.

Baca Juga: Pengalaman Sembuh dari Saraf Kejepit 

Memutuskan Berkonsultasi dengan Dokter

Melihat kondisi yang tidak kunjung membaik, suaminya Ajeng bernama Bimo akhirnya menyarankan agar dia ke dokter. Awalnya sempat menolak. Menurutnya, rasa sakit itu mungkin hanya akibat terlalu banyak bekerja. Namun karena keluhan semakin muncul, dia akhirnya memutuskan berkonsultasi.

Setelah menjalani pemeriksaan dan wawancara mengenai aktivitas sehari-hari, dokter menjelaskan bahwa keluhan yang dialaminya mengarah pada Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah. Dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut cukup sering dialami oleh kelompok usia produktif, terutama mereka yang memiliki aktivitas duduk dalam waktu lama dan Kurang bergerak.

Memilih Fisiohome sebagai Langkah Terbaik

Setelah dokter menyarankan Ajeng untuk menjalani fisioterapi secara rutin, dia mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan layanan yang sesuai dengan kondisi sekaligus tidak mengganggu kesibukannya sebagai PNS, istri, dan seorang ibu.

Karena aktivitasnya cukup padat, Ajeng merasa akan cukup sulit jika harus rutin pergi ke klinik untuk menjalani terapi. Bersama suaminya, Bimo, dia kemudian mulai mencari informasi mengenai layanan fisioterapi yang dapat dilakukan ke rumah.

Bimo membantu Ajeng mencari informasi melalui Google dengan memasukkan kata kunci seputar fisioterapi dan layanan fisioterapi home visit di sekitar Tangerang Selatan. Dari hasil pencarian tersebut, mereka menemukan Fisiohome yang menyediakan layanan fisioterapi dengan konsep home visit, yaitu fisioterapis datang langsung ke rumah pasien sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kegiatan Fisioterapis Fisiohome Selama Nyeri Punggung Bawah

Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan fisioterapis selama menangani pasien dengan keluhan Low Back Pain seperti yang dialami Ajeng.

1. Melakukan Pemeriksaan Awal

Pada kunjungan pertama, fisioterapis melakukan pemeriksaan kondisi Ajeng secara menyeluruh. Fisioterapis menanyakan aktivitas yang membuat nyeri muncul, durasi keluhan, hingga gerakan yang terasa terbatas.

Pemeriksaan juga dapat mencakup pengamatan terhadap postur tubuh dan kemampuan Ajeng melakukan beberapa gerakan. Misalnya, bagaimana kondisi tubuh ketika berdiri, duduk, membungkuk, berjalan, atau berpindah posisi.

2. Mengevaluasi Postur Tubuh Ajeng

Ajeng memiliki aktivitas pekerjaan yang padat dan banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk, fisioterapis juga dapat memperhatikan kebiasaan posturnya selama bekerja.

Posisi duduk yang kurang tepat, terlalu lama berada dalam satu posisi, atau kurangnya jeda untuk bergerak dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap munculnya keluhan pada punggung bawah.

3. Memberikan Latihan Peregangan

Salah satu bagian dari terapi Ajeng yaitu latihan peregangan. Peregangan dapat diberikan untuk membantu menjaga kelenturan otot dan mengurangi kekakuan pada area tubuh Ajeng.

Gerakan dilakukan secara perlahan dan disesuaikan dengan kemampuan Ajeng. Fisioterapis akan memperhatikan respons tubuh selama latihan sehingga gerakan tidak dilakukan secara berlebihan.

4. Latihan Bagian Punggung Bawah

Fisioterapis memberikan latihan untuk membantu meningkatkan kemampuan gerak pada area punggung bawah. Latihan dilakukan dengan gerakan yang terkontrol dan disesuaikan dengan kondisi Ajeng

Tujuannya bukan memaksakan tubuh melakukan gerakan maksimal, melainkan membantu tubuh kembali terbiasa bergerak dengan lebih nyaman. Fisioterapis juga memperhatikan apakah terdapat gerakan tertentu yang menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

5. Latihan Penguatan Otot Inti

Penguatan otot juga menjadi bagian penting dalam program fisioterapi untuk keluhan punggung bawah. Latihan penguatan otot inti atau core sesuai hasil pemeriksaan. Otot inti memiliki peran dalam membantu menopang dan menstabilkan tubuh ketika melakukan berbagai aktivitas.

Latihan diberikan secara bertahap. Ajeng tidak langsung diberikan latihan dengan tingkat kesulitan tinggi, tetapi dimulai dari gerakan yang sesuai dengan kemampuan tubuhnya. Seiring perkembangan kondisinya.

6. Melatih Gerakan Membungkuk dengan Tepat

Salah satu keluhan yang dirasakan Ajeng adalah rasa tidak nyaman ketika harus membungkuk, misalnya saat mengambil barang di lantai Karena gerakan tersebut merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari, fisioterapis melatih Ajeng agar mampu melakukan gerakan membungkuk dengan pola gerak yang lebih tepat.

Ajeng mendapatkan pemahaman mengenai cara menggunakan tubuh ketika mengambil benda dari lantai sehingga tidak hanya mengandalkan gerakan membungkuk dari pinggang.

7. Mengajarkan Teknik Mengangkat Barang

Sebelumnya, dia mungkin melakukan gerakan mengangkat benda secara spontan tanpa memperhatikan posisi tubuhnya. Fisioterapis kemudian dapat mengajarkan teknik mengangkat barang yang lebih tepat dengan memperhatikan posisi tubuh, kaki, dan punggung.

Edukasi ini menjadi semakin penting karena Ajeng merupakan seorang ibu yang juga memiliki berbagai aktivitas di rumah. Dengan mengetahui cara mengangkat barang secara lebih tepat, dia dapat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas tersebut.

8. Memberikan Arahan Posisi Tidur

Selain aktivitas mengangkat barang, fisioterapis Fisiohome memberikan edukasi mengenai posisi tubuh ketika beristirahat dan tidur. Ajeng sebelumnya sering merasakan kekakuan ketika bangun tidur.

Karena itu, fisioterapis membantu memberikan arahan mengenai posisi tidur dan cara berpindah posisi dari berbaring ke duduk atau berdiri dengan lebih terkontrol dan lebih baik lagi.

9. Memberikan Home Exercise Program

Agar latihan tetap berlanjut di luar sesi fisioterapi, Ajeng diberikan Home Exercise Program atau latihan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Latihan tersebut disesuaikan dengan kemampuan Ajeng dan diberikan berdasarkan hasil evaluasi fisioterapis. Gerakan yang dilakukan di rumah tidak perlu berlebihan. Yang lebih penting adalah melakukannya secara konsisten sesuai arahan.

Perubahan yang Mulai Dirasakan Ajeng

Setelah menjalani beberapa sesi fisioterapi, Ajeng mulai merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya. Rasa kaku yang sebelumnya sering dirasakan ketika bangun tidur mulai berkurang.

Gerakan membungkuk yang sebelumnya membuatnya takut perlahan mulai dilakukan dengan lebih percaya diri. Ia juga mulai memahami bahwa gerakan tubuh yang tepat dan kebiasaan aktif selama bekerja dapat membantu menjaga kondisi punggung.

Pesan Ajeng untuk Pasien Low Back Pain

Melalui pengalamannya, Ajeng ingin menyampaikan bahwa nyeri punggung bawah bukanlah sesuatu yang sebaiknya dianggap sepele. Apalagi jika keluhan terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, banyak orang baru mencari pertolongan ketika rasa sakit sudah semakin berat. Padahal penanganan sejak dini dapat membantu proses pemulihan berjalan lebih baik.

Dia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.




Berlangganan Newsletter Kami

Dapatkan pembaruan dan belajar dari yang terbaik

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Pesan jasa fisioterapis sekarang juga!

Atasi keluhan fisik Anda dengan bantuan fisioterapis ahli. Pesan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Fisiohome X CareNow

Promo ini berlaku selama periode promo: 1 November – 31 Desember 2024

Syarat & Ketentuan Promo:
1.⁠ ⁠Diskon Rp 75.000 untuk transaksi minimal Rp 2.000.000
2.⁠ ⁠Berlaku untuk seluruh layanan Fisiohome
3.⁠ ⁠Promo hanya dapat digunakan untuk 1x pengguna per pasien

Klik di sini untuk menghubungi kami via WhatsApp di +62 882-9874-5399 atau hubungi langsung untuk konsultasi mengenai promo ini.  Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan layanan fisioterapi terbaik dengan harga spesial.

Syarat dan Ketentuan
Promo

Syarat dan Ketentuan:

  • Promo berlaku untuk layanan home visit fisioterapi di wilayah tertentu.
  • Waktu layanan home visit fisioterapi terbatas, dan tersedia berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
  • Pasien diharuskan mendaftar melalui platform atau saluran yang ditentukan.
  • Konfirmasi layanan home visit akan diberikan setelah pendaftaran dan penjadwalan telah berhasil.
  • Promo tidak bisa digabung dengan promo lainnya.

Visit Suite

  • Fisioterapi visit 1x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Luxury

  • Fisioterapi visit 8x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Platinum

  • Fisioterapi visit 12x
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Royal Family

  • Fisioterapi visit 9x sesi
  • Bisa dipakai seluruh keluarga dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa untuk melayani semua anggota keluarga dengan 1x pemesanan dengan 1 alamat yang sama
  • Bisa pesan dan datang hari ini
  • Durasi 45-60 menit
  • Max 3x sesi per visit
  • Menggunakan alat Infrared / Ultra Sound / TENS (Jika dibutuhkan)

Visit Sport Event

  • Personal fisioterapi untuk event (Olaharaga/Kesehatan)
  • Pendampingan Fisioterapis pada event olahraga
  • Pendampingan personal Fisioterapis perorangan